Banyak referensi sejarah yang menyebutkan bahwa Dr. James Naismith menemukan permainan bola basket pada tahun 1891. Namun faktanya permainan ini tidak langsung dimainkan dengan bola khusus. Awalnya Naismith menggunakan bola sepak yang dilemparkan ke kerancang buah persik di tembok gedung olahraga. Tiga tahun kemudian, bola basket dibuat. Jadi hingga saat ini bola basket dibuat pertama dibuat 124 tahun silam.

Bola basket diciptakan oleh seorang dokter dan guru pendidikan jasmani yang ingin siswanya bisa bermain di dalam ruangan selama musim dingin. Meski di dalam ruangan, tapi permainan tersebut harus mencakup koordinasi mata dan tangan, melompat, berlari, menembak dan ketangkasan menggunakan bola. Akhirnya terciptalah permainan bola basket. Dalam perkembangannya, permainan bola basket makin inovatif dengan strategi permainan dan semakin memaksimalkan kerja anggota badan. Seiring hal tersebut, bola yang digunakan dalam permainan juga mengalami beberapa perubahan.

Bola basket pertama dibuat tahun 1893. Sebuah kantung karet bulat dilapisi panel-panel kulit yang dijahit. Sebelum kulit ditempelkan ke kantung karet, lebih dulu dibungkus dengan kain tipis. Bola inilah yang menjadi cikal bakal bola basket.

Jauh sebelum permainan bola basket ditemukan, mantan pemain baseball profesional bernama Albert Goodwill Spalding mendirikan perusahaan dan toko pendukung olahraga baseball, A.G Spalding & Brothers pada tahun 1876. Selain membuat bola baseball, perusahaan ini berhasil membuat sarung tangan baseball pertama pada tahun 1877 dan membuat bola American Football pertama di tahun 1887. Kemudian pada tahun 1894, Naismith meminta A.G. Spalding untuk membuat bola basket pertamanya. Setelah berhasil dibuat, Naismith menambahkan dalam peraturan bola basket bahwa bola buatan A.G. Spalding & Bros. adalah bola resmi untuk permainan basket.

Pada tahun 1972, A.G. Splading & Bros. memperkenalkan bola basket dengan bahan kulit sintetis. Saat NBA memasuki puncak kejayaannya di era 80-an, Spalding dijadikan bola resmi pada tahun 1983. NBA sebelumnya memakai Wilson untuk bertanding.

Seiring berjalan waktu, basket dimainkan oleh berbagai kalangan dan kategori usia. Akhirnya bola basket pun mengalami perkembangan mengikuti hal tersebut. Dari segi bahan, berat bola, hingga ukuran pun disesuaikan.

Tabel berikut akan menjelaskan tentang ukuran, berat, serta pemakainya:

Secara karakteristik, bola basket dibagi menjadi dua kategori yaitu penggunaan dalam ruangan dan luar ruangan. Hampir semua bola basket sekarang punya konstruksi yang sama yaitu balon tiup karet di dalam, lalu lapisan serat yang menutup karet. Terakhir lapisan luar yang bisa saja terbuat dari bahan kulit asli, kulit tiruan atau sintetis dan karet. Bahkan sekarang ada yang memakai materi antara gabungan garet dan kulit sintetis.

Permukaan bola basket juga dibagi dengan garis-garis yang berbeda warna. Untuk warna normal bola basket adalah oranye atau cenderung kecoklatan. Ada garis pemisah atau tempat penyambung kulit berwarna hitam. Lalu sebagai pelengkap ada logo perusahaan dan keterangan-keterangan lainnya.

Bola dalam ruangan umumnya terbuat dari kulit atau kulit sintetis yang punya daya rekat bagus. Bola ini biasanya lebih mahal karena bahan pembuatnya juga harus berkualitas. Sayangnya bola ini tidak tahan lama. Kelembaban ruangan dan lama pemakaian akan merusak permukaannya.

Sementara itu, bola untuk bermain di luar lapangan biasanya berbahan karet untuk lapisan luarnya. Permukaannya dibuat lebih kasar. Selain itu, bola jenis ini lebih murah dan tahan lama. Hanya saja tidak cocok untuk digunakan di dalam ruangan karena tidak punya daya rekat bagus. Lalu untuk 3×3, ditambahkan satu syarat lagi yaitu bola tersebut harus punya materi yang tahan air.

Teknologi juga mengikuti perkembangan bola basket. Seperti lubang pompa yang lebih kecil, kemudian bahan-bahan lapisan luar yang digunakan mengikuti lantai lapangan basket. Serta masih banyak lagi inovasi dari para pabrik pembuat bola. Pada tahun 2006, Spalding mengeluarkan bola basket yang diberi nama Neverflat. Ini merupakan bola basket pertama dan satu-satunya yang berani memberi garansi bahwa bola tetap bulat sempuran hingga satu tahun. Setidaknya 10 kali lebih tahan lama daripada bola basket lainnya. Teknologi ini juga memastikan bahwa tekanan dan berat bola tidak akan berubah.

Terakhir mengenai warna bola, diatur dalam FIBA Rules 2017 tentang Basketball Equipment. Pada pasal 7 tentang Bola Basket disebutkan bahwa warna wajib adalah oranye. Bila ada kombinasi, maka salah satu warna harus oranye. Warna untuk kombinasi pun harus melalui persetujuan FIBA. Kemudian yang dilarang adalah pemakaian pewarna AZO atau pigmen azote. Pigmen AZO bila bertemu dengan kulit bisa memunculkan warna-warna yang menarik. Jadi untuk memunculkan warna oranye cerah, biasanya pigmen ini ditambahkan pada material kulit. Tapi saat ini FIBA sudah melarang. Sebab pigmen AZO bila terpapar dengan manusia bisa menjadi salah satu penyebab kanker kandung kemih.

Saat ini memang tidak banyak muncul bola berwarna untuk di dalam ruangan. Kombinasi pun tidak mencolok seperti oranye-hitam yang digunakan pada bola EuroLeague, lalu oranye-coklat muda pada bola WNBA. Sebaliknya untuk bola di luar ruangan sudah semakin inovatif. 3×3 menggunakan warna biru dan kuning, lalu banyak produsen yang mengembangkan bola dengan warna khas tim masing-masing seperti yang dipakai untuk merchandise tim-tim NBA.

Berikut beberapa merek bola basket yang sering kita jumpai:

1. Spalding – Faktanya, Spalding merupakan pembuat bola basket pertama. Mereka pun menjadi bola basket resmi untuk NBA, WNBA dan NBA G-League. Selain itu pada tahun 2010 lalu mereka jadi bola resmi NBL Australia. Kemudian pada 2012, Spalding juga dipakai untuk Euroleague dan Eurocup.

2. Molten – Bola ini merupakan hasil karya prabrik asal Jepang. Mereka sudah punya lisensi untuk memproduksi bola yang digunakan dalam pertandingan. Kejuaraan FIBA di beberapa zona menggunakan Molten, bahkan FIBA Asia. Indonesia pun menjadi negara yang menggunakan Molten selain Filipina, Polandia, Italia dan Lithuania.

3. Wilson – Diproduksi oleh Wilson Sporting Goods. Bola ini menjadi bola resmi NCAA dan turnamen Divisi 1 laki-laki dan perempuan. Pada tahun 2015, Wilson menjadi bola resmi 3×3.

4. Rawlings – Rawlings membuat bola basket sejak 1902. Rawlings mencuri perhatian karena berhasil membuat bola basket dengan 10 panel lapisan luar. Padahal biasanya bola basket terdiri dari 8 panel. Rawlings dipakai di Amateur Atletic Union dan Guys Macker, liga 3×3 terbesar di Amerika Serikat.

5. Nike – Pada tahun 2007 hingga 2012, Euroleague dan EuroCup menggunakan Nike sebelum pindah ke Spalding. Tetapi Nike kali ini punya misi untuk dipakai kalangan menengah ke bawah. Oleh karena itu Nike kini bekerja sama dengan NCAA dan UAAP yang bertanding di Filipina.

6. Proteam – Bola ini paling banyak dipakai oleh anak Indonesia khususnya di usia sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas. Sebab Proteam ukuran 7 digunakan untuk Honda DBL, dan ukuran 6 menjadi bola basket resmi Junior Basketball League JRBL. Bola ini sekarang juga menjadi bola untuk pertandingan Mainbasket 3×3.

Awal Mula Permainan Billiard

Billiard adalah salah satu jenis permainan ketangkasan yang mengandalkan konsentrasi dan skill atau ketrampilan cukup tinggi. Dengan bermain Billiard sendiri maka anda bisa mengukur sejauh mana akurasimu bekerja. Permainan ini memang sebagian besar mengandalkan tingkat akurasi terbaik agar bisa menang. Billiard maxbet sendiri termasuk dalam olahraga dan perlombaan dari Billiard sendiri sudah berjalan di berbagai negara hingga saat ini dan menjadi salah satu olahraga terkenal dan terpopuler di dunia.

Sejarah dari olahraga Billiard ini benar-benar sangat panjang jika harus ditarik kembali ke belakang. Dari awal hingga saat ini, para pemain dari olahraga Billiard ini merata dari kalangan bawah hingga kalangan atas sekalipun. Untuk asal-usul dari Billiard sendiri banyak pendapat yang ikut berspekulasi. Beberapa mengatakan jika olahraga Billiard ini berasal dari negara Spanyol, Tiongkok, Italia dan Prancis. Namun sebagian lainnya berpendapat jika Billiard berasal dari negara Eropa Timur.

Sementara memang di Eropa Timur sendiri terkenal dengan olahraga bernama Croquet atau kriket. Dan kriket sendiri memang adalah cikal bakal dari olahraga Billiard. Dan bisa diumpakan jika olahraga Billiard sendiri adalah versi indoor dari olahraga kriket. Pada awal kehadiran olahraga Billiard ini sendiri disebutkan dalam sejarah jika permainan Billiard sendiri pada jaman dulu bukan diatas meja seperti sekarang melainkan diatas lapangan luas.

Dan baru pada abad ke-15 olahraga Billiard ini dipindahkan menggunakan meja Billiard khusus dengan taplak berwarna hijaunya. Dan nama Billiard sendiri diambil dari kata “billart” bermakna tongkat kayu dan “bille” bermakna bola. Meja awal dari Billiard sendiri sudah memiliki enam kantong dan gawang mirip dengan kriket. Dan penggunaan gawang ini baru dihilangkan pada awal abad ke-18 dan hanya di sisakan enam kantong tersebut.

Permainan Billiard sendiri pada tahun 1800-an rata-rata hanya dimainkan oleh para bangsawan atau orang-orang terpadang. Billiard sendiri sempat populer dengan sebuah nama yakni Noble Game of Billiards. Untuk popularitas permainan Billiard ini di negara Inggris sudah sejak tahun 1675 silam. Billiard sendiri sempat di populerkan sebagai olahraga scientific oleh Captain Mingaud. Untuk tongkat Billiard sendiri baru mendapatkan pengembangan pada tahun 1600-an.

Sementara itu ujung tongkat pada Billiard yang biasa dipegang oleh pemain itu sendiri disebut dengan nama “queue” yang memiliki makna ekor. Dan dari kata tersebut di dapatkan sebuah kata yakni “cue” yang hingga saat ini digunakan untuk istilah pemukul bola Billiard. Dan bentuk meja Billiard sendiri pada awalnya menggunakan pembatas vertikal yang dihadirkan untuk menghalau bola agar tidak jatuh. Dan akibat hal tersebut hingga saat ini sudah tercipta sebuah pukulan khusus bernama “bank shot”. Billiard sendiri hingga saat ini tetap aktif dan tetap menjadi salah satu olahraga unik dan menarik yang diminati banyak orang dan dari berbagai kalangan.